Tampilkan postingan dengan label ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibadah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 April 2016

ORANG KEBANYAKAN MOBIL

😃〰〰〰〰〰〰〰

Garasi rumahnya spt kebun binatang, isinya:

🚘KUDA,
🚘KIJANG,
🚐ZEBRA,
🚐PANTHER,
dan
🚘JAGUAR
juga ada.....

Rumahnya pastinya besar sekali dan menghadap ke
🚖TIMOR.

Tiap hari aja minumnya 🚘ES-CUDO,
🚖ES-TILO,
🚘SUZU-KI &
🚖I-SUZU ..
Biar badannya selalu 🚘VIT-TARA
Buahnya
🚖OPEL,
kalau digigit gak
🚙ATOZ (keras)

Biar hatinya
🚕CERIA,
liburannya aja ke kepulauan
🚗KARIMUN,
sama istrinya yang bernama
🚘LIVINA
yang sukanya pake 🚖B.LAZER.

Kakaknya juga ikut namanya Mbak
🚐APiVi sama Mbak 🚘KRISTA.

Anaknya 5, tapi yg diajak cuma 4 :
🚘AVANZA,
🚖ZENIA,
🚗FREED, dan
🚕YARIS.

Yang jaga rumah si 🚐CARRY,
soalnya baru lulus 🚖ESEMKA,
dan rencananya mau daftar jadi
🚘TARUNA.

Dia ngajakin juga 3 saudara sepupunya : 🚕KIA,
🚙AYLA,
🚗AGYA,
Sepanjang jalan dengerinnya music : 🚕JAZZ.
Tetapi pada akhirnya semua hartanya di suruh 🚖BALENO/balikin,...
Lha nyatanya
🚘PICANTO/dapatnya dr hasil korupsi..

Akhirnya dia jadi orang ter-
🚍HINO.

Tutup cerita..
Dia jadi stress, dan mati, dikuburannya dipasangi batu
🚑NISSAN...😃

Rabu, 16 Maret 2016

MOTIVASI Siswa Bodoh

Suatu hari seusai pelajaran guru bhs arab, memanggil murid yang dianggap bodoh itu setelah seluruh teman2 nya pulang, ia berkata sambil memberikan secarik kertas :
" hafalkan baik2 bait2 syair yang ada di kertas ini ... harus hafal betul dan ingat jangan engkau beritahukan kepada teman2 mu ... siapapun !".
.
Murid itu mengangguk patuh.
Seminggu kemudian , guru menyampaikan pelajaran baru dikelas itu, ia menulis syair di papan tulis... menerangkannya dan membacakannya berulang2 , setelah itu ia berkata ;
" Nah sekarang siapa yang hafal bait2 syair ini ?? " tanyanya sambil perlahan ia menghapus tulisan syair itu di papan tulis ... tak seorang muridpun mengangkat tangan ... kecuali murid yang dikenal bodoh oleh teman2 nya itu (teman2 nya begitu meremehkan, sehingga sering mengolok2 dan mentertawakan), perlahan malu2 ia berdiri dan menghafalkan bait2 syair itu ... hafalan yang lancar sekali ... teman2 nya yang biasa mengolok2 dan mentertawakan, semua terkejut dan terdiam ...
Guru itu memujinya dan menyuruh teman2 nya untuk bertepuk tangan menghormatinya ...
.
Demikianlah .... berulang kali guru bahasa arab ini memberikan kertas hafalan2 kepada si murid bodoh itu ... tertawaan dan cemoohan teman2nya kini berubah menjadi kekaguman padanya.
.
Hal ini mendorong perubahan besar pada jiwa si murid itu . Ia mulai percaya diri dan meyakini bahwa dia tidak lah bodoh ... ia merasa mampu untuk bersaing dengan teman2 sekelasnya .. perubahan ini mendorongnya untuk semangat dan bersungguh2 belajar di semua mata pelajaran.
.
Ketika ujian akhir tiba ... murid ini berhasil lulus untuk setiap mata pelajaran ... dengan nilai yang sangat memuaskan ... si murid bodoh itu kini sedang mengejar gelar doktor di sebuah universitas ternama di kotanya.
.
Kisah ini dia tulis di sebuah koran sebagai pujian untuk gurunya... sebagai doa agar gurunya itu beroleh pahala dari ALLAH dan kebaikan karena jasa2 nya ....
Saudaraku ... manusia yang berinteraksi dengan kita ada 2 jenisnya :
.
PERTAMA, jenis manusia yang membuka jalan kebaikan dan menutup jalan keburukan... manusia jenis ini akan selalu memberi kita harapan, optimisme, menolong, melapangkan dst dst ....
.
KEDUA, jenis manusia yang membuka jalan keburukan dan menutup jalan kebaikan...
manusia jenis ini akan selalu memutus harapan dan cita2 dari kita... ia selalu menebar duri dan kerikil di jalan yang akan kita lalui... pesimisme... putus asa... dst, dst...
.
Semoga kita mampu mengambil hikmahnya, nafa'ani wa iyyakum..

Sumber :
Ustadz Kholid Syamhudi hafidzahullah, 25 Nov. 2016.

Minggu, 10 Januari 2016

A L P H A B E T I C A L F O R S U C C E S S


-->
Menurut pakarnya, manusia sukses tidak cuma dari IQ saja. Peran EQ (Emotional Intelligence) pada kesuksesan bahkan melebihi porsi IQ. Seorang pakar EQ bernama Patricia Patton memberikan tips bagaimana kita menemukan dan memupuk harga diri, yang disebutnya alfabet keberhasilan pribadi.
A : ACCEPT
Terimalah diri anda sebagaimana adanya.
B : BELIEVE
Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup
C : CARE
Pedulilah pada kemampuan anda meraih apa yang anda inginkan dalam hidup
D : DIRECT
Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri
E : EARN
Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik
F : FACE
Hadapi masalah dengan benar dan yakin
G : GO
Berangkatlah dari kebenaran
H : HOMEWORK
Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi
I : IGNORE
Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan
J : JEALOUSLY
Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri
K : KEEP
Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal
L : LEARN
Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya
M : MIND
Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain
N : NEVER
Jangan terlibat skandal seks, obat terlarang, dan alkohol
O : OBSERVE
Amatilah segala hal di sekeliling anda. Perhatikan, dengarkan, dan belajar dari orang lain
P : PATIENCE
Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha
Q : QUESTION
Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu
R : RESPECT
Hargai diri sendiri dan juga orang lain
S : SELF CONFIDENCE, SELF ESTEEM, SELF RESPECT
Percaya diri, harga diri, citra diri, penghormatan diri membebaskan kita dari saat-saat tegang
T : TAKE
Bertanggung jawab pada setiap tindakan anda
U : UNDERSTAND
Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun tak ada yang dapat
mengalahkan anda
V : VALUE
Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik
W : WORK
Bekerja dengan giat, jangan lupa berdo'a
X : X'TRA
Usaha lebih keras membawa keberhasilan
Y : YOU
Anda dapat membuat suatu yang berbeda
Z : ZERO
Usaha nol membawa hasil nol pula

Jumat, 26 November 2010

Bakso Khalifatullah

Setiap kali menerima uang dari orang yang membeli bakso darinya, Pak Patul mendistribusikan uang itu ke tiga tempat: sebagian ke laci gerobagnya, sebagian ke dompetnya, sisanya ke kaleng bekas tempat roti.

“Selalu begitu, Pak?”, saya bertanya, sesudah beramai-ramai menikmati bakso beliau bersama anak-anak yang bermain di halaman rumahku sejak siang.

“Maksud Bapak?”, ia ganti bertanya.

“Uangnya selalu disimpan di tiga tempat itu?”

Ia tertawa. “Ia Pak. Sudah 17 tahun begini. Biar hanya sedikit duit saya, tapi kan bukan semua hak saya”

“Maksud Pak Patul?”, ganti saya yang bertanya.

“Dari pendapatan yang saya peroleh dari kerja saya terdapat uang yang merupakan milik keluarga saya, milik orang lain dan milik Tuhan”.

Aduh gawat juga Pak Patul ini. “Maksudnya?”, saya mengejar lagi.

“Uang yang masuk dompet itu hak anak-anak dan istri saya, karena menurut Tuhan itu kewajiban utama hidup saya. Uang yang di laci itu untuk zakat, infaq, qurban dan yang sejenisnya. Sedangkan yang di kaleng itu untuk nyicil biaya naik haji. Insyaallah sekitar dua tahun lagi bisa mencukupi untuk membayar ONH. Mudah-mudahan ongkos haji naiknya tidak terlalu, sehingga saya masih bisa menjangkaunya”.

Spontan saya menghampiri beliau. Hampir saya peluk, tapi dalam budaya kami orang kecil jenis ekspressinya tak sampai tingkat peluk memeluk, seterharu apapun, kecuali yang ekstrem misalnya famili yang disangka meninggal ternyata masih hidup, atau anak yang digondhol Gendruwo balik lagi.

Bahunya saja yang saya pegang dan agak saya remas, tapi karena emosi saya bilang belum cukup maka saya guncang-guncang tubuhnya.

Hati saya meneriakkan “Jazakumullah, masyaallah, wa yushlihu balakum!”, tetapi bibir saya pemalu untuk mengucapkannya. Tuhan memberi ‘ijazah’ kepadanya dan selalu memelihara kebaikan urusan-urusannya.

Saya juga menjaga diri untuk tidak mendramatisir hal itu. Tetapi pasti bahwa di dalam diri saya tidak terdapat sesuatu yang saya kagumi sebagaimana kekaguman yang saya temukan pada prinsip, managemen dan disiplin hidup Pak Patul.

Untung dia tidak menyadari keunggulannya atas saya: bahwa saya tidak mungkin siap mental dan memiliki keberanian budaya maupun ekonomi untuk hidup sebagai penjual bakso, sebagaimana ia menjalankannya dengan tenang dan ikhlas.

Saya lebih berpendidikan dibanding dia, lebih luas pengalaman, pernah mencapai sesuatu yang ia tak pernah menyentuhnya, bahkan mungkin bisa disebut kelas sosial saya lebih tinggi darinya.

Tetapi di sisi manapun dari realitas hidup saya, tidak terdapat sikap dan kenyataan yang membuat saya tidak berbohong jika mengucapkan kalimat seperti diucapkannya:

“Di antara pendapatan saya ini terdapat milik keluarga saya, milik orang lain dan milik Tuhan”.

Peradaban saya masih peradaban “milik saya”.

Peradaban Pak Patul sudah lebih maju, lebih rasional, lebih dewasa, lebih bertanggung jawab, lebih mulia dan tidak pengecut sebagaimana ‘kapitalisme subyektif posesif’ saya.

30 th silam saya pernah menuliskan kekaguman saya kepada Penjual cendhol yang marah-marah dan menolak cendholnya diborong oleh Pak Kiai Hamam Jakfar Pabelan karena “kalau semua Bapak beli, bagaimana nanti orang lain yang memerlukannya?”

Ilmunya penjual jagung asal Madura di Malang tahun 1976 saya pakai sampai tua. Saya butuh 40 batang jagung bakar untuk teman-teman seusai pentas teater, tapi uang saya kurang, hanya cukup untuk bayar 25, sehingga harga perbatang saya tawar.

Dia bertahan dengan harganya, tapi tetap memberi saya 40 jagung.

“Lho, uang saya tidak cukup, Pak”

“Bawa saja jagungnya, asal harganya tetap”

“Berarti saya hutang?”

“Ndaaak. Kekurangannya itu tabungan amal jariyah saya”. Doooh adoooh…! Tompes ako tak’iye!

Di pasar Khan Khalili semacam Tenabang-nya Cairo saya masuk sebuah toko kemudian satu jam lebih pemiliknya hilang entah ke mana, jadi saya jaga tokonya.

Ketika datang saya protes: “Keeif Inta ya Akh…ke mane aje? Kalau saya ambilin barang-barang Inta terus saya ngacir pigimane dong….”

Lelaki tua mancung itu senyum-senyum saja sambil nyeletuk:

“Kalau mau curi barang saya ya curi saja, bukan urusan saya, itu urusan Ente sama Tuhan….”

Sungguh manusia adalah ahsanu taqwim, sebaik-baik ciptaan Allah, master-piece.

Orang-orang besar bertebaran di seluruh muka bumi.

Makhluk-makhluk agung menghampar di jalan-jalan, pasar, gang-gang kampung, pelosok-pelosok dusun dan di mana-manapun.

Bakso Khalifatullah, bahasa Jawanya: bakso-nya Pak Patul, terasa lebih sedap karena kandungan keagungan.

Itu baru tukang bakso, belum anggota DPR. Itu baru penjual cendhol, belum Menteri dan Dirjen Irjen Sekjen. Itu baru pemilik toko kelontong, belum Gubernur Bupati Walikota tokoh-tokoh Parpol.

Itu baru penjual jagung bakar, belum Kiai dan Ulama.

oleh : Emha Ainun Nadjib