Tampilkan postingan dengan label bersyukur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bersyukur. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Mei 2017

MINDSET


Di sebuah perusahaan sepatu ada seorang bos yang ingin meluaskan pasar penjualan produknya, untuk mewujudkan niatnya tersebut dipanggilah 2 orang karyawan, yaitu Si A dan Si B.

Si Bos
“Kalian berdua saya panggil ke kantor saya karena kalian akan saya beri tugas untuk memasarkan sepatu dari perusahaan kita.”

“A kamu bertugas di wilayah yang penduduknya sudah mengenal sepatu.”

“B kamu bertugas di wilayah yang penduduknya belum mengenal sepatu.”

Si A
“Baik bos”

Si B
“Oke bos”

Keduanya diberikan 10 pasang sepatu dengan tipe yang sama dan keduanya diberikan waktu yang sama yaitu selama 1 minggu untuk memasarkan sepatu-sepatu tersebut, dan setelah satu minggu mereka berdua harus melapor kembali kepada Si Bos bagaimana hasil dari penjualan masing-masing.

Dan mereka pun berangkat ke daerah yang sudah ditentukan.
Mereka pun memasarkan produknya masing-masing.

Dan setelah 1 minggu berlalu mereka melaporkan hasil penjualan mereka.

Si Bos
“Sudah 1 minggu semenjak saya memberikan kalian tugas untuk memasarkan sepatu, bagaimana hasilnya?”

“Di mulai dari kamu A, bagaimana hasil penjualan kamu?”

Si A
“Alhamdulillah ya, sesuatu banget… penjualan sepatu saya laris manis, bahkan banyak yang mau pesan lagi karena penduduk di tempat berjualan saya sudah familiar dengan sepatu, maka itu cukup mudah untuk menawarkan sepatu kepada mereka.”

Si Bos
“hebat, hebat”

“Lalu bagaimana dengan kamu B, bagaimana dengan hasil penjualan kamu?”

Si B
“Hmm… boro-boro mau laris bos, tidak ada satupun sepatu yang terjual karena di tempat berjualan saya masyarakatnya masih primitif, belum familiar dengan sepatu, maka itu saya sulit menawarkan sepatu kepada mereka.”

“Ini tidak fair bos, Si A diberikan lokasi yang enak, sedangkan saya diberikan lokasi yang tidak enak.”

Si Bos
“Baiklah… supaya fair saya akan men-switch alias menukar tempat berjualan kalian.”

“B sekarang kamu bertugas di wilayah yang penduduknya sudah mengenal sepatu.”

“A sekarang kamu bertugas di wilayah yang penduduknya belum mengenal sepatu.”

“Kalian berdua akan kembali diberikan produk yang sama dan waktu yang sama yaitu selama 1 minggu, setelah 1 minggu kalian harus memberikan laporan kepada saya.”

Si A
“Baik bos”

Si B
“Oke bos”

Setelah satu minggu berlalu, keduanya datang ke ruangan Si Bos untuk memberikan laporan.

Si Bos
“Oke, saya ingin mendengar laporan penjualan dari kalian berdua, dimulai dari kamu A.”

Si A
“Wow, luar biasa bos… semua sepatu terjual! bahkan terjual lebih cepat dari tempat berjualan saya yang pertama, lebih dari itu bos, di tempat saya yang baru lebih banyak penduduk yang mau memesan lagi karena penduduk di tempat saya berjualan masih primitif dan belum familiar dengan sepatu, maka itu sepatu dianggap barang baru bagi mereka sehingga banyak penduduk yang ingin memakainya.”

Si Bos
“Luar biasa, hebat, hebat.”

“Lalu bagaimana dengan kamu B, bagaimana dengan hasil penjualan kamu?”

Si B
“Hmmm…. hanya terjual 2 pasang sepatu bos, itu juga susah banget… karena di tempat berjualan saya penduduknya sudah familiar dengan sepatu, maka itu sepatu bukan lagi barang baru bagi mereka sehingga hanya terjual sedikit sepatu…”

Si Bos
“Hmmmmm……”

Apa yang kita bisa pelajari di kisah tersebut?

Jawabannya adalah “Susah atau Mudah Tergantung Pada Pola Pikir Kita”

Kalau cara kerja kita benar dan berpikir positif maka hasilnya Insya Allah akan positif.

Berpikirlah positiflah…! Lihat segala sesuatu dari sisi baiknya.

Rabu, 11 Mei 2016

Matematika Sodaqoh

MEMBERI = MENERIMA

Ada seorang kaya yang mempunyai 3 orang anak dgn harta sebanyak 19 ekor kerbau.
Ketika mendekati ajalnya, dia membagikan warisan kepada ke tiga anaknya dengan pesan :
1/2 utk anak pertama,
1/4 utk anak kedua,
1/5 utk anak ketiga.

Setelah sang ayah meninggal, ketiga anaknya membagikan kerbau sesuai pesan ayah mereka.
Tetapi mereka menemukan kesulitan dan keganjilan bahwa masing2 mereka akan mendptkan bagian kerbau yg tidak utuh dan masing2 anak tdk mau mengalah & berusaha mendapatkan bagian utuh,karena harta peninggalan sang ayah ber jumlah 19 ekor kerbau.

Kabar tentang pertengkaran mereka terdengar oleh seorang bapak miskin yg hanya mempunyai 1 ekor kerbau.
Karena prihatin dgn hal tsb, akhirnya sang bpk menemui mereka, dan bersedia dengan ikhlas memberikan kerbau nya supaya masing2 anak mendapat bagian yg utuh, sehingga jumlah kerbau menjadi 19+1=20

Anak2 itu setuju dan mereka mulai membagi :
Anak pertama mendapat :
1/2 dari 20 = 10 ekor
Anak kedua mendapat : 
1/4 dari 20 = 5 ekor
Anak ketiga mendapat :
1/5 dari 20 = 4 ekor.
Demikianlah masing2 anak mendapatkan bagian yg utuh.
Dan totalnya ternyata 10+5+4=19.
AJAIB KAN ?
Akhirnya tersisa 1 ekor yang diberikan kembali pada bapak miskin yang bijak tadi.

Percayalah jika kita memberi dengan ikhlas untuk menjadi bagian dari solusi, ternyata kita TIDAK KEHILANGAN sesuatu apapun, malah memberi manfaat bagi sesama karena Tuhan lah yang akan menggantikan semua itu.
Seperti dlm kasus ini walaupun sebenarnya sang bapak yg miskin tidak mengharap kerbaunya kembali, krn ia sebenarnya telah ridho menjadi bagian dari solusi......

Senin, 07 Maret 2016

Tentang W A K T U.....


Waktu sedang "Jaya", kita merasa banyak teman di sekeliling kita

Waktu sedang "Berkuasa", kita percaya diri melakukan apa saja

Waktu sedang "Tak Berdaya", barulah kita sadar siapa saja sahabat sejati yang ada

Waktu sedang "Jatuh", kita baru sadar selama ini siapa saja teman yang memperalat dan memanfaatkan kita

Waktu sedang "Sakit", kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting, jauh melebihi harta

Manakala "Miskin", kita baru tahu jadi orang harus banyak memberi/menderma dan saling membantu

Masuk "Usia Tua", kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan

Saat "di Ambang Ajal", kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia sia

Hidup tidaklah lama. Sudah saatnya kita bersama sama membuat HIDUP LEBIH BERHARGA : Saling menghargai, saling membantu, saling memberi, saling mendukung dan saling mencintai

Jadilah teman setia tanpa syarat ...
Jangan saling memotong dan menggunting sesama teman...

Tunjukkanlah bahwa kita masih mempunyai Hati Nurani yang tulus

Jauhkan niat jahat untuk mencelakai atau memfitnah

Jauhkan niat memaksa seseorang melakukan suatu hal untuk kepentingan pribadi kita

Apa yang ditabur itulah yang akan dituai

Allah tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru, bunga selalu mekar, dan mentari selalu bersinar

Tapi ketahuilah bahwa Allah selalu memberi pelangi di setiap badai, Memberi senyum di setiap air mata, Memberi Rahmah dan berkah di setiap cobaan, dan jawaban di setiap doa......

Jangan pernah menyerah, terus berjuanglah, Life is so beautiful and colourful....

Hidup bukanlah suatu tujuan, melainkan sebuah perjalanan

Saudaraku,.............
Indahnya hidup bukan karena banyak orang mengenal kita, namun berapa banyak orang yang bahagia karena kita...

Jangan pernah menjadi "gunting", karena gunting bisa memotong sesuatu menjadi terpisah, jadilah "jarum", meskipun tajam tapi bisa menyatukan apa yang sudah terpisah..

Kamis, 03 Maret 2016

Menghadapi Masalah


CEO Google, Sundar Pichai mulai banyak dikenal orang setelah menjabat pimpinan tertinggi raksasa perusahaan Google. Pichai terlahir di Tamil Nadu, India pada tahun 1972. Pichai dikenal oleh karyawan Google sebagai seseorang yang selalu berhasil merealisasikan rencana menjadi kenyataan. Beberapa proyek dia yang sukses yakni browser Chrome dan Android

Sundar Pichai memang dikenal sebagai orang yang ramah, cerdas, dan pekerja keras. Ada sebuah kisah inspiratif dari pidato oleh Sundar Pichai kepada anak buahnya–
Ia berpidato tentang kecoa. Kisah inspiratif dibalik kecoa yang menjijikkan.

Di sebuah restoran, seekor kecoa tiba-tiba terbang dari suatu tempat dan mendarat di seorang wanita.

Dia mulai berteriak ketakutan.

Dengan wajah yang panik dan suara gemetar, dia mulai melompat, dengan kedua tangannya berusaha keras untuk menyingkirkan kecoa tersebut.

Reaksinya menular, karena semua orang di kelompoknya juga menjadi panik.

Wanita itu akhirnya berhasil mendorong kecoa tersebut pergi tapi … kecoa itu mendarat di pundak wanita lain dalam kelompok.

Sekarang, giliran wanita lain dalam kelompok itu untuk melanjutkan drama.

Pelayan bergegas ke depan untuk menyelamatkan mereka.

Dalam sesi saling lempar tersebut, kecoa berikutnya jatuh pada pelayan.

Pelayan berdiri kokoh, menenangkan diri dan mengamati perilaku kecoa di kemejanya.

Ketika dia cukup percaya diri, ia meraih kecoa itu dengan jari-jarinya dan melemparkan nya keluar dari restoran.

Menyeruput kopi dan menonton hiburan itu, antena pikiran saya mengambil beberapa pemikiran dan mulai bertanya-tanya, apakah kecoa yang bertanggung jawab untuk perilaku heboh mereka?

Jika demikian, maka mengapa pelayan tidak terganggu?

Dia menangani peristiwa tersebut dengan mendekati sempurna, tanpa kekacauan apapun.

So, para hadirin.. CEO dari India ini kemudian bertanya:

“Lalu apa yang bisa saya dapat dari kejadian tadi?”

Ia melanjutkan pidatonya..

“Dari tempat saya duduk, saya berpikir..

Kenapa 2 wanita karir itu panik, sementara wanita pelayan itu bisa dengan tenang mengusir kecoa?

Berarti jelas bukan karena kecoanya, tapi karena respon yang diberikan itulah yang menentukan. Ketidakmampuan kedua wanita karir dalam menghadapi kecoa itulah yang membuat suasana cafe jadi kacau.

Kecoa memang menjijikkan.
Tapi ia akan tetap seperti itu selamanya.
Tak bisa kau ubah kecoa menjadi lucu dan menggemaskan.

Begitupun juga dengan masalah.

Atau macet dijalanan, atau istri yang cerewet, teman yang berkhianat, bos yang sok kuasa, bawahan yang tidak penurut, deadline yang ketat, tetangga yang mengganggu, dsb.

Sampai kapanpun semua itu tidak akan pernah menyenangkan.

Tapi bukan itu yang membuat semuanya kacau. Ketidakmampuan kita untuk menghadapi yang membuatnya demikian.”

Yang mengganggu wanita itu bukanlah kecoa, tetapi ketidakmampuan wanita itu untuk mengatasi gangguan yang disebabkan oleh kecoa tersebut.

Disitu saya menyadari bahwa, bukanlah teriakan ayah saya atau atasan saya atau istri saya yang mengganggu saya, tapi ketidakmampuan saya untuk menangani gangguan yang disebabkan oleh teriakan merekalah yang mengganggu

Reaksi saya terhadap masalah itulah yang sebenarnya lebih menciptakan kekacauan dalam hidup saya, melebihi dari masalah itu sendiri.
Apa hikmah dibalik kisah inspiratif dari pidato ini?

Para wanita bereaksi, sedangkan pelayan merespon.

Reaksi selalu naluriah sedangkan respon selalu dipikirkan baik-baik.

Sebuah cara yang indah untuk memahami ………… HIDUP.

Orang yang BAHAGIA bukan karena semuanya berjalan dengan benar dalam Kehidupannya..

Dia BAHAGIA karena sikapnya dalam menanggapi segala sesuatu di kehidupannya Benar..!

Itulah kira-kira hikmah yang dapat diambil dari sebuah kisah inspiratif dari pidato CEO Google, Sundar Pichai.

"Masalah adalah sebuah masalah ..... RESPONSE kita lah yg akan menentukan bagaimana akhir dari sebuah masalah .... ". 😀👍

Senin, 25 Januari 2016

MASA DEPAN YANG SESUNGGUHNYA



Syaikh Ali Mustafa Thantawi -rahimahullah- mengatakan:
“Aku pernah duduk di bangku sekolah dasar demi masa depan. Kemudian aku belajar di jenjang SMP juga demi masa depan.
Setelah itu mereka mengatakan “lanjutkan lagi ke jenjang SMA demi masa depan”.
Setelah lulus SMA mereka mengatakan, “demi masa depan lanjutkan lagi hingga jenjang sarjana”.
Setelah meraih gelar sarjana mereka mengatakan: Carilah pekerjaan demi masa depan.
Setelah aku bekerja mereka mengatakan:
Menikahlah demi masa depan.
Setelah menikah mereka mengatakan: Segeralah punya momongan demi masa depan.
Dan saat ini, ketika aku menulis kata-kata ini umurku telah mencapai 77 tahun, dan aku masih menunggu masa depan itu.
Masa depan adalah titik merah yang takkan pernah kita capai. Karena bila kita mencapainya, masa itu berubah menjadi masa kini, lalu kita akan menghadapi masa depan berikutnya dan begitu seterusnya.
Masa depan yang sesungguhnya adalah: Ketika engkau membuat Allah ridha kepadamu, lalu engkau selamat dari neraka-Nya serta meraih surga-Nya.

Sumber: multaqoahlulhadits
__________________
Madinah 25-07-1436 H
Penerjemah: ACT El-Gharantaly

Sabtu, 16 Januari 2016

Pembawa Berkah

 Pembawa Berkah

Tahukah siapa-siapa orang yang membawa berkah dalam Kehidupan Kita...

● Pertama : Orang yang Membantu Kita
Ketika Susah...

● Kedua : Orang yang Meninggalkan Kita
Ketika Susah...

● Ketiga : Orang yang Menyebabkan
Kita Jadi Susah...

 Mengapa membawa BERKAH.???

Karena ke-3 jenis orang ini secara tidak langsung selain melatih kesabaran (Potensi Diri) kita, juga membuat kita semakin dewasa dan bijaksana...

★ Ketika ada org bicara mengenai Anda di belakang, itu adalah tanda bahwa Anda sudah ada di depan mereka.

★ Saat orang bicara merendahkan diri Anda, itu adalah tanda bahwa Anda sudah berada di tempat yang lebih tinggi dari mereka.

★ Saat orang bicara dgn nada iri mengenai Anda, itu adalah tanda bahwa Anda sudah jauh lebih baik dari mereka.

★ Saat orang bicara buruk mengenai Anda, padahal Anda tidak pernah mengusik kehidupan mereka, itu adalah tanda bahwa kehidupan Anda sebenarnya lebih indah dari mereka.

 "Payung tidak dapat menghentikan hujan tapi membuat Anda bisa berjalan menembus hujan untuk mencapai Tujuan".

Orang pintar bisa gagal,
Orang hebat bisa jatuh,

tapi orang yang...

RENDAH HATI dan SELALU SABAR dalam segala hal akan selalu mendapat jalan untuk menempatkan diri dengan seimbang karena kokoh pijakan nya...

Minggu, 10 Januari 2016

A L P H A B E T I C A L F O R S U C C E S S


-->
Menurut pakarnya, manusia sukses tidak cuma dari IQ saja. Peran EQ (Emotional Intelligence) pada kesuksesan bahkan melebihi porsi IQ. Seorang pakar EQ bernama Patricia Patton memberikan tips bagaimana kita menemukan dan memupuk harga diri, yang disebutnya alfabet keberhasilan pribadi.
A : ACCEPT
Terimalah diri anda sebagaimana adanya.
B : BELIEVE
Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup
C : CARE
Pedulilah pada kemampuan anda meraih apa yang anda inginkan dalam hidup
D : DIRECT
Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri
E : EARN
Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik
F : FACE
Hadapi masalah dengan benar dan yakin
G : GO
Berangkatlah dari kebenaran
H : HOMEWORK
Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi
I : IGNORE
Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan
J : JEALOUSLY
Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri
K : KEEP
Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal
L : LEARN
Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya
M : MIND
Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain
N : NEVER
Jangan terlibat skandal seks, obat terlarang, dan alkohol
O : OBSERVE
Amatilah segala hal di sekeliling anda. Perhatikan, dengarkan, dan belajar dari orang lain
P : PATIENCE
Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha
Q : QUESTION
Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu
R : RESPECT
Hargai diri sendiri dan juga orang lain
S : SELF CONFIDENCE, SELF ESTEEM, SELF RESPECT
Percaya diri, harga diri, citra diri, penghormatan diri membebaskan kita dari saat-saat tegang
T : TAKE
Bertanggung jawab pada setiap tindakan anda
U : UNDERSTAND
Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun tak ada yang dapat
mengalahkan anda
V : VALUE
Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik
W : WORK
Bekerja dengan giat, jangan lupa berdo'a
X : X'TRA
Usaha lebih keras membawa keberhasilan
Y : YOU
Anda dapat membuat suatu yang berbeda
Z : ZERO
Usaha nol membawa hasil nol pula

Hakikat mencari rezeki

Alkisah..

Terdapatlah dua orang anak muda.. Yg mereka bekerja, berprofesi sebagai nelayan.

Mereka berangkat di pagi hari.

Sampai...

Mereka berlayar
ke tengah laut.

Namun apa yang terjadi,
Waktu di sore hari pun tiba.

Satu ekor ikan tidak ada yang mereka dapatkan.

Mereka menepi kembali ke pinggir pantai..


(seseorang pun merenung)

"Ya Allah....
Aku hanya berusaha mencari rezeki yang halal..

..apa aku salah
Ya Allah...??"

(satu orang lagi berkata)

"aah..kyknya.. Allah ga denger nih doa kita! Yaah udahlah, mendingan pulang.."


"Eeeeh...
Tunggu..tunggu..
Tungguu..!!"
(kata sahabat yg satu lagi)


"Itu sepertiii....
Kerang mutiara..
Yang dalemnya ada mutiara..??"


"Ah..bukan!"
(kata sahabatnya)


"Udahlah aku bawa aja!
Siapa tau,
memang mutiara..?!

"Yaaa..
Semoga memang mutiara..
..Allah kasih inii.."


Sahabat yang satu lagi pun langsung pulang meninggalkan kawannya yang mengambil kerang mutiara.


Di bawanyalah kerang mutiara itu..

Ketempat..
Yang memang biasanya untuk pengumpulan kerang-kerang.


Dan ternyata benar!

"Subhanallah...."


Kerang mutiara itu berisikan mutiara-mutiara yang begitu indahnya!


Dan pulang, ia bisa membawa sejumlah uang yang banyak.

Bisa menafkahi kebutuhan rumah tangganya..

Bahkan bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang lain.



Sahabat IQRO yang Allah Subhanahu Wa Ta'alaa muliakan..

Hakikat kita mencari rezeki, sebenarnya bukan mencari uang...

Yaitu mencari..
Ridho Allah Subhanahu Wa Ta'alaa...

Rezeki bisa datang dari mana saja.

Terlihat seperti..
Siti Hajar, istri Ibrahim.

Berlari dari shafa ke marwah
7x bolak balik..

Mencari air untuk sang anak.


Ikhtiarnya..
..sudah dilakukan..

Tawakalnya pun..
..sepenuh hati...

Dan apa yang terjadi..?

Apakah air bertemu di shafa atau marwah?


"Tidak ..."

Tapi air bertemu di kakinya bayi ismail.


Luruskan niat kita apapun untuk mencari ridho Allah..

Lelah,
Mengurus rumah tangga..

Lelaah...
Bermasalah dengan pasangan..dengan anak.. dan sebagainya...

Lelah.....
Membangun pekerjaan, bisnis dan lain-lain sebagainya...


Namun selama itu karena ridho Allah..

Maka Allah akan hadirkan, keajaiban-keajaiban kasih sayangnya dalam kehidupan kita.


Bersabarlah..


Karena kesabaran,
Adalah awal dari pintu-pintu keindahan dari-Nya.


🍃🍃🍃🌼🌼🍃🍃🍃

Oke teman-teman sekalian!
Selamat datang..
Selamat bergabung di
"IQRO LEARNING CENTER"

Yang belum bergabung..
"AYOO..!
KITA BELAJAR BERSAMA..

USTADZ MUHAMMAD REZA ADRIANTO..."


📚 Kuliah Wajib
Hari : Rabu
Jam : 20.00 Wib

📚 Doa Berjamaah
Hari : Jumat
(minggu ke 2 & 4)
Jam : 20.00 Wib

Group Whatsapp..
"Online"! 🔊

"Siapapun yang ingin mendapat pelajaran mata rantai kehidupan...

..dan jadikan seluruh aktivitas kita, semakin dekat pada Allah dan membaca segala hikmah kehidupan"

YUK DAFTAR!
Wa : 085286411161 (Husen)
Wa : 081288010261 (Windy)
Wa : 08811211189 (Laily)

Dengan format :
IQRO_Nama_Domisili_noWa

Wassalamu'alaikum Wr.Wbr..

📢📢📢 Share..dan ajakin keluarga serta sahabat sholeh & sholeha lainnya juga yaaa..!! 📢📢📢

Senin, 14 November 2011

BERHENTI MENGELUH & MULAI BERSYUKUR


Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini telah menjadi suatu kebiasaan. Kalau Anda termasuk orang yang suka mengeluh maka ketahuilah bahwa kebiasaan mengeluh tidak akan membuat situasi yang Anda hadapi menjadi lebih baik, malahan hanya akan menguras energi Anda dan menciptakan perasaan negatif yang tidak memberdayakan diri Anda.
 Coba tanyakan diri Anda apabila seandainya, Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu mengucapkan kata-kata positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Saya yakin jawaban Anda adalah teman yang pertama, karena pada dasarnya semua orang senang berhubungan dengan orang-orang positif yang kata-katanya membangun, menghibur, menguatkan.
Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita sering mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan atau keinginan kita. Dan Anda perlu sadari bahwa hal ini akan terjadi hampir setiap hari dalam kehidupan yaitu kenyataan yang terjadi seringkali tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Jadi cara mengatasinya sebenarnya mudah kita hanya perlu belajar bersyukur dalam segala keadaan yang kita hadapi.
Sebagai contoh, jika Anda sering mengeluh dengan pekerjaan Anda, Anda perlu tahu berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia saat ini? Menurut informasi hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak punya pekerjaan, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena jalanan sering macet saat Anda mengemudi, untuk hal ini ketahuilah bahwa ada jutaan orang yang tidak memiliki kendaraan pribadi seperti Anda.
Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, ''Sinta, Sinta''. Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, ''Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Sinta'.' Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuni lain itu terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, ''Sinta, Sinta". Orang ini juga punya masalah dengan Sinta? '' tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, '' Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu''.
Percayalah bahwa di balik semua hal yang kita sering keluhkan pasti ada hal yang dapat kita syukuri. Para ahli psikologi mengatakan "Sikap bersyukur adalah emosi yang tersehat". Seorang pakar stress bernama Hans Seyle juga berkata, "Sikap bersyukur menghasilkan energi emosional lebih daripada sikap yang lain dalam hidup ini". Yang menarik adalah Anda selalu dapat memilih dalam setiap kejadian yang dihadapi apakah Anda akan mengeluh atau bersyukur.
Herannya ada orang-orang tertentu yang memang tidak paham bagaimana cara bersyukur dan orang-orang seperti ini kelihatannya tidak pernah dapat melihat sesuatu hal yang baik ataupun positif karena pandangannya cuma tertuju pada hal yang negatif.
Mulai ambil waktu untuk bersyukur setiap hari. Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.
Kalau semakin banyak kita bersyukur atas apa yang kita miliki, maka semakin banyak hal yang akan kita miliki untuk disyukuri. Berarti semakin banyak kita mengeluh atas masalah yang Anda alami, maka jangan heran jika rasanya semakin banyak masalah yang kita alami untuk dikeluhkan.
Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.
Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh, coba beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan kembangkan sikap penuh syukur lalu lihatlah perubahan dalam hidup Anda.
Mengeluh adalah menumpahkan sisi kekesalan hati, laksana menumpahkan semangkok kuah panas kepada sipenerima keluhan , seringkali mengeluh ditandai dengan satu sudut pandang, yakni sudut pandang si pengeluh.
Penerima keluhan sering ikut pusing dan kepanasan. Sialnya si pengeluh sering berlalu begitu saja setelah menumpahkan semangkok kuah panas itu.
 Orang yang mengeluh tidak membutuhkan solusi, sebab dicarikan solusi pun tetap akan cari cara lain untuk mengeluh apakah tentang hal yang sama atau hal yang berbeda. Karena bagi pengeluh, semua tidak ada yang benar, kalau pun kemudian ada yang benar, terus ia akan mencari kelemahan yang lain , yang bisa untuk dikeluhkan.
Pengeluh akan mengeluhkan semua keluhannya tanpa pandang bulu , tanpa berfikir apakah orang yang dikeluhi pun sedang memiliki masalah yang mungkin saja lebih berat dari pada si pengeluh.
Kurang bersukur dan minimnya pikiran positif diindikasikan menjadi penyebabnya. Orang yang paling banyak mengeluh adalah orang yang paling banyak dikeluhkan orang lain. Apalagi jika mengeluh menjadi hobi, hidup tanpa mengeluh seakan-akan hambar.
Pengeluh adalah pengisap energi positif dari orang lain. Karena orang yang mendengar keluhan menjadi ikut runyam, pusing, bete dan berbagai perasaan negatif lainnya.

Apa yang harus dilakukan ketika menjumpai orang seperti itu? Singkirkan sejauh mungkin diri kita dari orang seperti itu karena yang dia sodorkan adalah racun. Jika terpaksa terjebak percakapan dan mulai dia memperdengarkan keluhannya, maka fokuskan pikiran kita ketempat yang lain, jangan didengarkan , cukup senyam-senyum saja.
Carilah peluang untuk membelokkan arah perbincangan. Apabila si pengeluh sudah sangat mahir menjerat kita kembali kepada keluhannya, maka istighfar-lah atau berkonsentrasi pada arus keluar masuk udara pernapasan kita.
Jangan merespon apapun karena pengeluh adalah memang minta direspon, apabila kita diam saja, pengeluh akan segera pergi dan mencari mangsa yang lain