Tampilkan postingan dengan label nasi goreng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasi goreng. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Januari 2016

MASA DEPAN YANG SESUNGGUHNYA



Syaikh Ali Mustafa Thantawi -rahimahullah- mengatakan:
“Aku pernah duduk di bangku sekolah dasar demi masa depan. Kemudian aku belajar di jenjang SMP juga demi masa depan.
Setelah itu mereka mengatakan “lanjutkan lagi ke jenjang SMA demi masa depan”.
Setelah lulus SMA mereka mengatakan, “demi masa depan lanjutkan lagi hingga jenjang sarjana”.
Setelah meraih gelar sarjana mereka mengatakan: Carilah pekerjaan demi masa depan.
Setelah aku bekerja mereka mengatakan:
Menikahlah demi masa depan.
Setelah menikah mereka mengatakan: Segeralah punya momongan demi masa depan.
Dan saat ini, ketika aku menulis kata-kata ini umurku telah mencapai 77 tahun, dan aku masih menunggu masa depan itu.
Masa depan adalah titik merah yang takkan pernah kita capai. Karena bila kita mencapainya, masa itu berubah menjadi masa kini, lalu kita akan menghadapi masa depan berikutnya dan begitu seterusnya.
Masa depan yang sesungguhnya adalah: Ketika engkau membuat Allah ridha kepadamu, lalu engkau selamat dari neraka-Nya serta meraih surga-Nya.

Sumber: multaqoahlulhadits
__________________
Madinah 25-07-1436 H
Penerjemah: ACT El-Gharantaly

Rabu, 16 Februari 2011

Kisah si nasi goreng


Wieteke van Dort – Geef mij maar nasi goreng
Toen wij repatrieerden uit de gordel van smaragd
Dat Nederland zo koud was hadden wij toch nooit gedacht
Maar ‘t ergste was ‘t eten.
Nog erger dan op reis
Aardapp’len, vlees en groenten en suiker op de rijst

refrain:
Geef mij maar nasi goreng met een gebakken ei
Wat sambal en wat kroepoek en een goed glas bier erbij
Geef mij maar nasi goreng met een gebakken ei
Wat sambal en wat kroepoek en een goed glas bier erbij

Geen lontong, sate babi, en niets smaakt hier pedis
Geen trassi, sroendeng, bandeng en geen tahoe petis
Kwee lapis, onde-onde, geen ketella of ba-pao
Geen ketan, geen goela-djawa, daarom ja, ik zeg nou

refrain:
Ik ben nou wel gewend, ja aan die boerenkool met worst
Aan hutspot, pake klapperstuk, aan mellek voor de dorst
Aan stamppot met andijwie, aan spruitjes, erwtensoep
Maar ‘t lekkerst toch is rijst, ja en daarom steeds ik roep

Nasi Goreng ki en ei





The inscisor