Tampilkan postingan dengan label morning quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label morning quote. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Februari 2016

BELAJAR MENERIMA REALITA HIDUP



Mengapa kita KECEWA?
Mengapa hati SEDIH, MARAH, BENCI dan DENDAM?
Karena kita tidak bisa Menerima sesuatu yang terjadi pada kita.

Sebuah TEGURAN ringan ..sudah akan sangat MENYINGGUNG perasaan..kalau kita tidak bisa menerima.

Namun sebuah MAKIAN dan CACIAN PEDAS sekalipun..tidak berasa menyakitkan Kalau hati menerima.

BERPIKIRLAH bagaimana MEMAHAMI orang lain..bukan bagaimana MENUNTUT orang lain memahami kita.

Berpikir APA yang dapat kita PERSEMBAHKAN,bukan apa yang dapat orang persembahkan pada kita.

Bukan berpikir mengapa aku HARUS MEMBANTU ..tetapi mengapa aku tidak membantu.

Bukan mengapa aku TIDAK DIHARGAI..tetapi mengapa aku tidak pernah menghargai.

Bukan berapa banyak yang KUTERIMA..tetapi berapa banyak yang kuberi.

Bukan berapa banyak yang KUMILIKI ..tetapi berapa banyak yang kusyukuri.

MASALAH BESAR apa pun..akan menjadi KECIL dan RINGAN jika hati MAU MENERIMA,sebaliknya MASALAH SEKECIL apapun..akan menjadi besar dan menakutkan kalau HATI MENOLAK.

KESULITAN hidup bukan masalah..bagi orang yang berani dan tulus menerimanya,namun akan menjadi masalah ..bagi mereka yang hatinya terus MEMBERONTAK,melawan untuk menolak karena tak mau menerimanya..BELAJARLAH menerima realita hidup.

KEBERANIAN dan KETULUSAN menerima..membuat hati menjadi TENANG, CERIA dan GEMBIRA.

Senin, 25 Januari 2016

MASA DEPAN YANG SESUNGGUHNYA



Syaikh Ali Mustafa Thantawi -rahimahullah- mengatakan:
“Aku pernah duduk di bangku sekolah dasar demi masa depan. Kemudian aku belajar di jenjang SMP juga demi masa depan.
Setelah itu mereka mengatakan “lanjutkan lagi ke jenjang SMA demi masa depan”.
Setelah lulus SMA mereka mengatakan, “demi masa depan lanjutkan lagi hingga jenjang sarjana”.
Setelah meraih gelar sarjana mereka mengatakan: Carilah pekerjaan demi masa depan.
Setelah aku bekerja mereka mengatakan:
Menikahlah demi masa depan.
Setelah menikah mereka mengatakan: Segeralah punya momongan demi masa depan.
Dan saat ini, ketika aku menulis kata-kata ini umurku telah mencapai 77 tahun, dan aku masih menunggu masa depan itu.
Masa depan adalah titik merah yang takkan pernah kita capai. Karena bila kita mencapainya, masa itu berubah menjadi masa kini, lalu kita akan menghadapi masa depan berikutnya dan begitu seterusnya.
Masa depan yang sesungguhnya adalah: Ketika engkau membuat Allah ridha kepadamu, lalu engkau selamat dari neraka-Nya serta meraih surga-Nya.

Sumber: multaqoahlulhadits
__________________
Madinah 25-07-1436 H
Penerjemah: ACT El-Gharantaly

Rabu, 09 September 2015

Butir Kehidupan

KETIKA Aku ingin hidup KAYA... Aku lupa,
bahwa HIDUP itu sendiri adalah sebuah KEKAYAAN.

KETIKA... Aku takut MEMBERI...Aku lupa,
bahwa SEMUA yang aku miliki juga adalah PEMBERIAN.

KETIKA... Aku ingin jadi yang TERKUAT... Aku lupa,
bahwa dalam KELEMAHAN....
Tuhan memberikan aku KEKUATAN.

KETIKA... Aku takut RUGI... Aku lupa,
bahwa HIDUPKU...
Adalah sebuah KEBERUNTUNGAN, karena AnugerahNYA.

Ternyata hidup ini sangat indah...
ketika kita selalu BERSYUKUR kepadaNYA

BUKAN... karena hari ini INDAH kita BAHAGIA...
Tetapi karena kita BAHAGIA...
maka hari ini menjadi INDAH.

BUKAN... karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS...
Tetapi karena kita OPTIMIS...
RINTANGAN akan menjadi tak terasa.

BUKAN... karena MUDAH kita YAKIN BISA...
Tetapi karena kita YAKIN BISA... semuanya menjadi MUDAH.

BUKAN... karena semua BAIK kita TERSENYUM...
Tetapi karena kita TERSENYUM maka semua menjadi BAIK.

Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT.

BILA... kita tidak dapat menjadi jalan besar...
cukuplah menjadi jalan setapak yang dapat dilalui orang.

BILA... kita tidak dapat menjadi matahari...
cukuplah menjadi lilin yang dapat menerangi sekitar kita.

BILA... kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang...
berdoalah untuknya.

🙏 😄😇