Assalamuallaikum, Bismillahirrahmanirrahim, In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful Greatefully to Allah S.W.T because of the guidance and the mercy given, so I can start to build my blog. I want to say thank for all of my friends that support me to make this blog can be established
Tampilkan postingan dengan label A deep meaning for our life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label A deep meaning for our life. Tampilkan semua postingan
Senin, 15 Mei 2017
MINDSET
Di sebuah perusahaan sepatu ada seorang bos yang ingin meluaskan pasar penjualan produknya, untuk mewujudkan niatnya tersebut dipanggilah 2 orang karyawan, yaitu Si A dan Si B.
Si Bos
“Kalian berdua saya panggil ke kantor saya karena kalian akan saya beri tugas untuk memasarkan sepatu dari perusahaan kita.”
“A kamu bertugas di wilayah yang penduduknya sudah mengenal sepatu.”
“B kamu bertugas di wilayah yang penduduknya belum mengenal sepatu.”
Si A
“Baik bos”
Si B
“Oke bos”
Keduanya diberikan 10 pasang sepatu dengan tipe yang sama dan keduanya diberikan waktu yang sama yaitu selama 1 minggu untuk memasarkan sepatu-sepatu tersebut, dan setelah satu minggu mereka berdua harus melapor kembali kepada Si Bos bagaimana hasil dari penjualan masing-masing.
Dan mereka pun berangkat ke daerah yang sudah ditentukan.
Mereka pun memasarkan produknya masing-masing.
Dan setelah 1 minggu berlalu mereka melaporkan hasil penjualan mereka.
Si Bos
“Sudah 1 minggu semenjak saya memberikan kalian tugas untuk memasarkan sepatu, bagaimana hasilnya?”
“Di mulai dari kamu A, bagaimana hasil penjualan kamu?”
Si A
“Alhamdulillah ya, sesuatu banget… penjualan sepatu saya laris manis, bahkan banyak yang mau pesan lagi karena penduduk di tempat berjualan saya sudah familiar dengan sepatu, maka itu cukup mudah untuk menawarkan sepatu kepada mereka.”
Si Bos
“hebat, hebat”
“Lalu bagaimana dengan kamu B, bagaimana dengan hasil penjualan kamu?”
Si B
“Hmm… boro-boro mau laris bos, tidak ada satupun sepatu yang terjual karena di tempat berjualan saya masyarakatnya masih primitif, belum familiar dengan sepatu, maka itu saya sulit menawarkan sepatu kepada mereka.”
“Ini tidak fair bos, Si A diberikan lokasi yang enak, sedangkan saya diberikan lokasi yang tidak enak.”
Si Bos
“Baiklah… supaya fair saya akan men-switch alias menukar tempat berjualan kalian.”
“B sekarang kamu bertugas di wilayah yang penduduknya sudah mengenal sepatu.”
“A sekarang kamu bertugas di wilayah yang penduduknya belum mengenal sepatu.”
“Kalian berdua akan kembali diberikan produk yang sama dan waktu yang sama yaitu selama 1 minggu, setelah 1 minggu kalian harus memberikan laporan kepada saya.”
Si A
“Baik bos”
Si B
“Oke bos”
Setelah satu minggu berlalu, keduanya datang ke ruangan Si Bos untuk memberikan laporan.
Si Bos
“Oke, saya ingin mendengar laporan penjualan dari kalian berdua, dimulai dari kamu A.”
Si A
“Wow, luar biasa bos… semua sepatu terjual! bahkan terjual lebih cepat dari tempat berjualan saya yang pertama, lebih dari itu bos, di tempat saya yang baru lebih banyak penduduk yang mau memesan lagi karena penduduk di tempat saya berjualan masih primitif dan belum familiar dengan sepatu, maka itu sepatu dianggap barang baru bagi mereka sehingga banyak penduduk yang ingin memakainya.”
Si Bos
“Luar biasa, hebat, hebat.”
“Lalu bagaimana dengan kamu B, bagaimana dengan hasil penjualan kamu?”
Si B
“Hmmm…. hanya terjual 2 pasang sepatu bos, itu juga susah banget… karena di tempat berjualan saya penduduknya sudah familiar dengan sepatu, maka itu sepatu bukan lagi barang baru bagi mereka sehingga hanya terjual sedikit sepatu…”
Si Bos
“Hmmmmm……”
Apa yang kita bisa pelajari di kisah tersebut?
Jawabannya adalah “Susah atau Mudah Tergantung Pada Pola Pikir Kita”
Kalau cara kerja kita benar dan berpikir positif maka hasilnya Insya Allah akan positif.
Berpikirlah positiflah…! Lihat segala sesuatu dari sisi baiknya.
Labels:
A deep meaning for our life,
akuntansi,
alami,
alim,
amal,
awesome,
Bakso Khalifatullah,
berbuat baik,
bersyukur,
minset,
pola pikir
Posted by
isusay
Jam
19.53
Tidak ada komentar:
Rabu, 11 Mei 2016
istri bijaksana
*ISTRI BIJAKSANA*
Ada seorang pria, tidak lolos ujian masuk universitas, orang tuanya pun menikahkan ia dengan seorang wanita.
Setelah menikah, ia mengajar di sekolah dasar. Karena tidak punya pengalaman, maka belum satu minggu mengajar sudah dikeluarkan.
Setelah pulang ke rumah, sang istri menghapuskan air mata nya, menghiburnya dengan berkata: "Banyak ilmu di dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada orang yang tidak bisa menuangkannya. Tidak perlu bersedih karena hal ini. mungkin ada pekerjaan yang lebih cocok untukmu sedang menantimu."
Kemudian, ia pergi bekerja keluar, juga dipecat oleh bosnya, karena gerakannya yang lambat.
Saat itu sang istri berkata padanya, kegesitan tangan-kaki setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, dan kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat?
Kemudian ia bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun, semuanya gagal di tengah jalan.
Namun, setiap kali ia pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, tidak pernah mengeluh.
Ketika sudah berumur 30 tahun-an, ia mulai dapat berkat sedikit melalui bakat berbahasanya, menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tuna rungu wicara.
Kemudian, ia membuka sekolah siswa cacat, dan akhirnya ia bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota.
Ia sudah menjadi bos yang memiliki harta kekayaan berlimpah.
Suatu hari, ia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri, bahwa ketika dirinya sendiri saja sudah merasakan masa depan yang suram, mengapa engkau tetap begitu percaya kepada ku?
Ternyata jawaban sang istri sangat polos dan sederhana.
Sang istri menjawab: sebidang tanah, tidak cocok untuk menanam gandum, bisa dicoba menanam kacang, jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, bisa ditanam buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam pasti bisa berbunga. karena sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, dan pasti bisa menghasilkan panen dari nya.
Mendengar penjelasan sang istri, ia pun terharu mengeluarkan air mata. Keyakinan kuat, katabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit yang unggul;
Semua prestasi pada dirinya, semua adalah keajaiban berkat bibit unggul yang kukuh sehingga tumbuh dan berkembang menjadi kenyataan.
Di dunia ini tidak ada seorang pun adalah sampah. hanya saja tidak ditempatkan di posisi yang tepat.
Setelah membaca cerita ini, jangan dibiarkan saja, sharing dan teruskan ke orang lain, Anda adalah orang yang berbahagia.
Delapan kalimat di bawah ini, semuanya adalah *intisari* kehidupan:
1. Orang yang tidak tahu *menghargai* sesuatu, biarpun diberi gunung emas pun tidak akan bisa merasakan kebahagiaan.
2. Orang yang tidak bisa *toleransi*, seberapa banyak teman pun, akhirnya semua akan meninggalkannya.
3. Orang yang tidak tahu *bersyukur*, seberapa pintar pun, tidak akan sukses.
4. Orang yang tidak bisa *bertindak* nyata, seberapa cerdas pun tidak akan tercapai cita-cita nya.
5. Orang yang tidak bisa *bekerjasama* dengan orang lain, seberapa giat bekerja pun tidak akan mendapatkan hasil yang optimal.
6. Orang yang tidak bisa *menabung*, terus mendapatkan rejeki pun tidak akan bisa menjadi kaya.
7. Orang yang tidak bisa merasa *puas*, seberapa kaya pun tidak akan bisa bahagia.
8. Orang yang tidak bisa menjaga *kesehatan*, terus melakukan pengobatan pun tidak akan berusia panjang.
~Berbagi sebuah tulisan motivasi yang sangat bagus dengan Anda. Dan terima kasih jika sahabat ku mau membagikannya ke orang lain.
Ada seorang pria, tidak lolos ujian masuk universitas, orang tuanya pun menikahkan ia dengan seorang wanita.
Setelah menikah, ia mengajar di sekolah dasar. Karena tidak punya pengalaman, maka belum satu minggu mengajar sudah dikeluarkan.
Setelah pulang ke rumah, sang istri menghapuskan air mata nya, menghiburnya dengan berkata: "Banyak ilmu di dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada orang yang tidak bisa menuangkannya. Tidak perlu bersedih karena hal ini. mungkin ada pekerjaan yang lebih cocok untukmu sedang menantimu."
Kemudian, ia pergi bekerja keluar, juga dipecat oleh bosnya, karena gerakannya yang lambat.
Saat itu sang istri berkata padanya, kegesitan tangan-kaki setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, dan kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat?
Kemudian ia bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun, semuanya gagal di tengah jalan.
Namun, setiap kali ia pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, tidak pernah mengeluh.
Ketika sudah berumur 30 tahun-an, ia mulai dapat berkat sedikit melalui bakat berbahasanya, menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tuna rungu wicara.
Kemudian, ia membuka sekolah siswa cacat, dan akhirnya ia bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota.
Ia sudah menjadi bos yang memiliki harta kekayaan berlimpah.
Suatu hari, ia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri, bahwa ketika dirinya sendiri saja sudah merasakan masa depan yang suram, mengapa engkau tetap begitu percaya kepada ku?
Ternyata jawaban sang istri sangat polos dan sederhana.
Sang istri menjawab: sebidang tanah, tidak cocok untuk menanam gandum, bisa dicoba menanam kacang, jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, bisa ditanam buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam pasti bisa berbunga. karena sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, dan pasti bisa menghasilkan panen dari nya.
Mendengar penjelasan sang istri, ia pun terharu mengeluarkan air mata. Keyakinan kuat, katabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit yang unggul;
Semua prestasi pada dirinya, semua adalah keajaiban berkat bibit unggul yang kukuh sehingga tumbuh dan berkembang menjadi kenyataan.
Di dunia ini tidak ada seorang pun adalah sampah. hanya saja tidak ditempatkan di posisi yang tepat.
Setelah membaca cerita ini, jangan dibiarkan saja, sharing dan teruskan ke orang lain, Anda adalah orang yang berbahagia.
Delapan kalimat di bawah ini, semuanya adalah *intisari* kehidupan:
1. Orang yang tidak tahu *menghargai* sesuatu, biarpun diberi gunung emas pun tidak akan bisa merasakan kebahagiaan.
2. Orang yang tidak bisa *toleransi*, seberapa banyak teman pun, akhirnya semua akan meninggalkannya.
3. Orang yang tidak tahu *bersyukur*, seberapa pintar pun, tidak akan sukses.
4. Orang yang tidak bisa *bertindak* nyata, seberapa cerdas pun tidak akan tercapai cita-cita nya.
5. Orang yang tidak bisa *bekerjasama* dengan orang lain, seberapa giat bekerja pun tidak akan mendapatkan hasil yang optimal.
6. Orang yang tidak bisa *menabung*, terus mendapatkan rejeki pun tidak akan bisa menjadi kaya.
7. Orang yang tidak bisa merasa *puas*, seberapa kaya pun tidak akan bisa bahagia.
8. Orang yang tidak bisa menjaga *kesehatan*, terus melakukan pengobatan pun tidak akan berusia panjang.
~Berbagi sebuah tulisan motivasi yang sangat bagus dengan Anda. Dan terima kasih jika sahabat ku mau membagikannya ke orang lain.
Labels:
A deep meaning for our life,
arti cinta,
bpk,
budaya,
cerita cinta,
cerpen ijabah,
hakikat mencari rezeki,
hidup,
Ibroh,
inovasi,
Istri bijaksana
Posted by
isusay
Jam
18.59
Tidak ada komentar:
Kamis, 03 Maret 2016
Menghadapi Masalah
CEO Google, Sundar Pichai mulai banyak dikenal orang setelah menjabat pimpinan tertinggi raksasa perusahaan Google. Pichai terlahir di Tamil Nadu, India pada tahun 1972. Pichai dikenal oleh karyawan Google sebagai seseorang yang selalu berhasil merealisasikan rencana menjadi kenyataan. Beberapa proyek dia yang sukses yakni browser Chrome dan Android
Sundar Pichai memang dikenal sebagai orang yang ramah, cerdas, dan pekerja keras. Ada sebuah kisah inspiratif dari pidato oleh Sundar Pichai kepada anak buahnya–
Ia berpidato tentang kecoa. Kisah inspiratif dibalik kecoa yang menjijikkan.
Di sebuah restoran, seekor kecoa tiba-tiba terbang dari suatu tempat dan mendarat di seorang wanita.
Dia mulai berteriak ketakutan.
Dengan wajah yang panik dan suara gemetar, dia mulai melompat, dengan kedua tangannya berusaha keras untuk menyingkirkan kecoa tersebut.
Reaksinya menular, karena semua orang di kelompoknya juga menjadi panik.
Wanita itu akhirnya berhasil mendorong kecoa tersebut pergi tapi … kecoa itu mendarat di pundak wanita lain dalam kelompok.
Sekarang, giliran wanita lain dalam kelompok itu untuk melanjutkan drama.
Pelayan bergegas ke depan untuk menyelamatkan mereka.
Dalam sesi saling lempar tersebut, kecoa berikutnya jatuh pada pelayan.
Pelayan berdiri kokoh, menenangkan diri dan mengamati perilaku kecoa di kemejanya.
Ketika dia cukup percaya diri, ia meraih kecoa itu dengan jari-jarinya dan melemparkan nya keluar dari restoran.
Menyeruput kopi dan menonton hiburan itu, antena pikiran saya mengambil beberapa pemikiran dan mulai bertanya-tanya, apakah kecoa yang bertanggung jawab untuk perilaku heboh mereka?
Jika demikian, maka mengapa pelayan tidak terganggu?
Dia menangani peristiwa tersebut dengan mendekati sempurna, tanpa kekacauan apapun.
So, para hadirin.. CEO dari India ini kemudian bertanya:
“Lalu apa yang bisa saya dapat dari kejadian tadi?”
Ia melanjutkan pidatonya..
“Dari tempat saya duduk, saya berpikir..
Kenapa 2 wanita karir itu panik, sementara wanita pelayan itu bisa dengan tenang mengusir kecoa?
Berarti jelas bukan karena kecoanya, tapi karena respon yang diberikan itulah yang menentukan. Ketidakmampuan kedua wanita karir dalam menghadapi kecoa itulah yang membuat suasana cafe jadi kacau.
Kecoa memang menjijikkan.
Tapi ia akan tetap seperti itu selamanya.
Tak bisa kau ubah kecoa menjadi lucu dan menggemaskan.
Begitupun juga dengan masalah.
Atau macet dijalanan, atau istri yang cerewet, teman yang berkhianat, bos yang sok kuasa, bawahan yang tidak penurut, deadline yang ketat, tetangga yang mengganggu, dsb.
Sampai kapanpun semua itu tidak akan pernah menyenangkan.
Tapi bukan itu yang membuat semuanya kacau. Ketidakmampuan kita untuk menghadapi yang membuatnya demikian.”
Yang mengganggu wanita itu bukanlah kecoa, tetapi ketidakmampuan wanita itu untuk mengatasi gangguan yang disebabkan oleh kecoa tersebut.
Disitu saya menyadari bahwa, bukanlah teriakan ayah saya atau atasan saya atau istri saya yang mengganggu saya, tapi ketidakmampuan saya untuk menangani gangguan yang disebabkan oleh teriakan merekalah yang mengganggu
Reaksi saya terhadap masalah itulah yang sebenarnya lebih menciptakan kekacauan dalam hidup saya, melebihi dari masalah itu sendiri.
Apa hikmah dibalik kisah inspiratif dari pidato ini?
Para wanita bereaksi, sedangkan pelayan merespon.
Reaksi selalu naluriah sedangkan respon selalu dipikirkan baik-baik.
Sebuah cara yang indah untuk memahami ………… HIDUP.
Orang yang BAHAGIA bukan karena semuanya berjalan dengan benar dalam Kehidupannya..
Dia BAHAGIA karena sikapnya dalam menanggapi segala sesuatu di kehidupannya Benar..!
Itulah kira-kira hikmah yang dapat diambil dari sebuah kisah inspiratif dari pidato CEO Google, Sundar Pichai.
"Masalah adalah sebuah masalah ..... RESPONSE kita lah yg akan menentukan bagaimana akhir dari sebuah masalah .... ". ๐๐
Labels:
A deep meaning for our life,
advice,
berbuat baik,
bersyukur,
cerita cinta,
cerita pendek,
Masalah,
menghadapi masalah
Posted by
isusay
Jam
14.59
Tidak ada komentar:
Senin, 30 November 2015
"Renungan" soal pendidikan kita selama ini
•Di jalan raya banyak motor dan mobil saling menyalip satu sama lain.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih cepat dan bukan menjadi lebih sabar, mereka dididik untuk menjadi yang terdepan dan bukan yang tersopan.
•Di jalanan pengendara motor lebih suka menambah kecepatannya saat ada orang yang ingin menyeberang jalan dan bukan mengurangi kecepatannya.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak kita setiap hari diburu dengan waktu, di bentak untuk bergerak lebih cepat dan gesit dan bukan di latih untuk mengatur waktu dengan sebaik-baiknya dan dibuat lebih sabar dan peduli.
•Di hampir setiap instansi pemerintah dan swasta banyak para pekerja yang suka korupsi.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak-anak di didik untuk berpenghasilan tinggi dan hidup dengan kemewahan mulai dari pakaian hingga perlengkapan dan bukan di ajari untuk hidup lebih sederhana, ikhlas dan akan kesederhanaan.
•Di hampir setiap instansi sipil sampai petugas penegak hukum banyak terjadi kolusi, manipulasi proyek dan anggaran uang rakyat
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih pintar dan bukan menjadi lebih jujur dan bangga pada kejujuran.
•Di hampir setiap tempat kita mendapati orang yang mudah sekali marah dan merasa diri paling benar sendiri.
Mengapa..?
Kerena dulu sejak kecil dirumah dan disekolah mereka sering di marahi oleh orang tua dan guru mereka dan bukannya diberi pengertian dan kasih sayang.
•Di hampir setiap sudut kota kita temukan orang yang tidak lagi peduli pada lingkungan atau orang lain.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah mereka dididik untuk saling berlomba untuk menjadi juara dan bukan saling tolong-menolong utk membantu yang lemah.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih cepat dan bukan menjadi lebih sabar, mereka dididik untuk menjadi yang terdepan dan bukan yang tersopan.
•Di jalanan pengendara motor lebih suka menambah kecepatannya saat ada orang yang ingin menyeberang jalan dan bukan mengurangi kecepatannya.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak kita setiap hari diburu dengan waktu, di bentak untuk bergerak lebih cepat dan gesit dan bukan di latih untuk mengatur waktu dengan sebaik-baiknya dan dibuat lebih sabar dan peduli.
•Di hampir setiap instansi pemerintah dan swasta banyak para pekerja yang suka korupsi.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak-anak di didik untuk berpenghasilan tinggi dan hidup dengan kemewahan mulai dari pakaian hingga perlengkapan dan bukan di ajari untuk hidup lebih sederhana, ikhlas dan akan kesederhanaan.
•Di hampir setiap instansi sipil sampai petugas penegak hukum banyak terjadi kolusi, manipulasi proyek dan anggaran uang rakyat
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih pintar dan bukan menjadi lebih jujur dan bangga pada kejujuran.
•Di hampir setiap tempat kita mendapati orang yang mudah sekali marah dan merasa diri paling benar sendiri.
Mengapa..?
Kerena dulu sejak kecil dirumah dan disekolah mereka sering di marahi oleh orang tua dan guru mereka dan bukannya diberi pengertian dan kasih sayang.
•Di hampir setiap sudut kota kita temukan orang yang tidak lagi peduli pada lingkungan atau orang lain.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah mereka dididik untuk saling berlomba untuk menjadi juara dan bukan saling tolong-menolong utk membantu yang lemah.
Labels:
A deep meaning for our life,
advice,
berbuat baik,
busuk,
cakep,
cerita cinta,
kata mutiara,
kehidupan,
kindness,
kisah menyetuh,
mengeluh,
sekolah,
story
Posted by
isusay
Jam
18.12
Tidak ada komentar:
Selasa, 31 Maret 2015
Change Your Word... Change Your World
The power of Word...
Learn to appreciate is very important...
ๆๅญ็ๅ้ไฟฎๆนๅ = ๆ็ไบ ่ซๅนซๅฉๆไฟฎๆนๅพ = ้ๆฏๅ็พ้บ็ไธๅคฉ่ๆๅป็ไธๅฐ(ๅญธๆ่ฎ็พๅพ้่ฆ)
Posted by Threeus on Tuesday, September 16, 2014
Learn to appreciate is very important...
Labels:
A deep meaning for our life,
advice,
anti virus,
arti cinta,
awesome,
beautiful,
broken heart,
buku
Posted by
isusay
Jam
19.30
Tidak ada komentar:
Senin, 05 Juli 2010
Pelajaran dari Seekor Gajah
Dari kisah sahabat...
Beberapa bulan yang lalu kami sekeluarga berlibur ke provinsi Lampung, bersama isteri serta anak-anak sekedar untuk melihat dan mencoba menunggang gajah-gajah di sana. Menyaksikan mahluk terbesar yang ada di muka bumi ini merupakan hal yang sangat mengagumkan. Gajah adalah hewan mamalia yang lembut juga sangat kuat tenaganya. Seekor gajah jantan memiliki kekuatan dan mampu untuk menumbangkan sebuah pohon dan mengangkat batang kayu gelondongan hanya dengan menggunakan belalainya.
Satu hal yang mengejutkan adalah tidak adanya kandang untuk gajah. Mungkin kita dapat mengurung singa, beruang dan harimau tapi tidak pernah ada kandang untuk gajah. Mengapa bisa begini? Bagaimana cara menghalau mahluk yang sangat kuat ini dari niatan melarikan diri. Yang mereka lakukan hanya mengikatkan seutas tali (atau rantai tipis) ke kaki gajah dan mengikatnya ke sebuah batang yang ditancapkan ke tanah. Sekali kakinya sudah terikat, maka ia tidak akan mencoba melarikan diri lagi. Sekarang, apakah Anda pikir gajah tersebut tidak mampu menghancurkan rantai atau tali tersebut bila dia mau? tentu saja bisa dan mampu, bahkan bisa menumbangkan sebuah pohon.
Tapi mengapa dia tidak memutuskan tali tipis yang melingkar di kakinya?
Jawaban yang saya dapatkan dari para pawang gajah adalah dengan membiarkan gajah-gajah tersebut percaya bahwa dia tak bisa memutuskan tali tersebut. Keadaan ini berlangsung sejak kecil. Ketika seekor bayi gajah lahir dan masih terlalu lemah untuk berjalan bahkan berdiri, mereka (para pawang) mengikat kaki gajah kecil itu ke sebuah batang yang ditancapkan ke tanah. Dan dapat dipastikan ketika bayi gajah tersebut mencoba berlari menuju induknya, ia tidak dapat memutuskan tali tersebut.
Ketika ingin melarikan diri, tali itu akan menggenggam kaki gajah dan dia akan jatuh di atas tanah. Tidak jera, sang gajah akan berdiri dan mencoba kembali. Dia akan berlari menuju induknya hanya untuk mendapatkan kaki yang terikat dan badan yang terentak ke tanah. Setelah mengalami kesakitan yang berulang-ulang, suatu ketika, sang gajah tidak akan berusaha menarik rantai lagi. pada saat itu terjadi, para pawang tahu bahwa gajah tersebut telah terkondisi untuk terperangkap sepanjang hidupnya.
Saya benar-benar tertarik sekali dengan cerita sang pawang gajah, dan ketika saya menyaksikan bagaimana mahluk kuat ini diamankan hanya dengan rantai tipis yang seharusnya dengan mudahnya dapat diputuskan oleh sang gajah.
Analogi cerita di atas adalah saya menyaksikan, bagaimana orang-orang yang saya temui tiap hari mengalami keterperangkapan yang sama dengan keterbatasan keyakinan mereka dan kebiasaan yang dengan mudah dapat diubah namun tidak mereka lakukan. Sebagai manusia, kita sama seperti gajah dengan berbagai macam potensi untuk mendapatkan mimpi apapun yang kita inginkan, dari menjadi seorang jutawan sampai menjadi orang yang dapat membuat perbedaan di dunia. Namun, cukup banyak orang yang dengan kemampuannya tidak berani mengambil tindakan karena mereka percaya bahwa mereka tidak dapat melakukannya. Mereka kawatir bahwa yang mereka lakukan akan gagal total.
Bisa jadi sewaktu muda, mereka gagal dan jatuh berkali-kali sama seperti bayi gajah tersebut. Mungkin sewaktu mereka muda, orang tua mereka mengatakan mereka malas dan bodoh. Mungkin teman-teman mereka menjuluki mereka si pandir. Mungkin guru mereka pernah mengatakan mereka tidak dapat melakukan apa-apa. Sebagai hasil dari keadaan masa lalu, orang-orang akan berpikir bahwa mereka tidak dapat melakukan apapun.
Sama seperti gajah tersebut, mereka berpikir bila aku tidak bisa melakukannya di masa lalu bagaimana bisa aku melakukannya sekarang? Di masa lalu aku seorang yang pemalas, jadi bagaimana bisa aku menjadi orang pekerja keras. Di masa lalu aku tidak percaya diri, bagaimana aku bisa prcaya diri sekarang. Di masa lalu aku seorang yang menangkap pelajaran dengan lambat, sekarang bagaimana aku bisa menangkap pelajaran dengan cepat. Di masa lalu aku tidak bisa berbicara dengan baik, bagaimana aku bisa sekarang?
Apa yang tidak dilihat oleh orang-orang ini adalah bahwa masa lalu tidak sama dengan masa depan. Mereka tidak menyadari sama seperti gajah tersebut, mereka bukan orang yang sama lagi. Sang gajah tidak menyadari di masa lalu dia tidak memiliki kekuatan seperti yang ia miliki sekarang. Saya ingin Anda tahu bahwa tiap hari anda akan bangun menjadi orang yang berbeda. Orang yang semakin bertambah ilmu, pengalaman dan orang yang bijaksana. Tahukah Anda bahwa jutaan sel di tubuh kita mati setiap hari dan digantikan dengan yang baru.
Bila Anda telah membiarkan keyakinan dan kebiasaan yang lama merantai diri anda, bukankah sudah saatnya menggunakan tenaga anda sekarang untuk melepaskan diri dari penjara ketidakmampuan dan melangkah menuju kebebasan, sukses dan kemapanan yang memang berhak kita dapatkan.
Beberapa bulan yang lalu kami sekeluarga berlibur ke provinsi Lampung, bersama isteri serta anak-anak sekedar untuk melihat dan mencoba menunggang gajah-gajah di sana. Menyaksikan mahluk terbesar yang ada di muka bumi ini merupakan hal yang sangat mengagumkan. Gajah adalah hewan mamalia yang lembut juga sangat kuat tenaganya. Seekor gajah jantan memiliki kekuatan dan mampu untuk menumbangkan sebuah pohon dan mengangkat batang kayu gelondongan hanya dengan menggunakan belalainya.
Satu hal yang mengejutkan adalah tidak adanya kandang untuk gajah. Mungkin kita dapat mengurung singa, beruang dan harimau tapi tidak pernah ada kandang untuk gajah. Mengapa bisa begini? Bagaimana cara menghalau mahluk yang sangat kuat ini dari niatan melarikan diri. Yang mereka lakukan hanya mengikatkan seutas tali (atau rantai tipis) ke kaki gajah dan mengikatnya ke sebuah batang yang ditancapkan ke tanah. Sekali kakinya sudah terikat, maka ia tidak akan mencoba melarikan diri lagi. Sekarang, apakah Anda pikir gajah tersebut tidak mampu menghancurkan rantai atau tali tersebut bila dia mau? tentu saja bisa dan mampu, bahkan bisa menumbangkan sebuah pohon.
Tapi mengapa dia tidak memutuskan tali tipis yang melingkar di kakinya?
Jawaban yang saya dapatkan dari para pawang gajah adalah dengan membiarkan gajah-gajah tersebut percaya bahwa dia tak bisa memutuskan tali tersebut. Keadaan ini berlangsung sejak kecil. Ketika seekor bayi gajah lahir dan masih terlalu lemah untuk berjalan bahkan berdiri, mereka (para pawang) mengikat kaki gajah kecil itu ke sebuah batang yang ditancapkan ke tanah. Dan dapat dipastikan ketika bayi gajah tersebut mencoba berlari menuju induknya, ia tidak dapat memutuskan tali tersebut.
Ketika ingin melarikan diri, tali itu akan menggenggam kaki gajah dan dia akan jatuh di atas tanah. Tidak jera, sang gajah akan berdiri dan mencoba kembali. Dia akan berlari menuju induknya hanya untuk mendapatkan kaki yang terikat dan badan yang terentak ke tanah. Setelah mengalami kesakitan yang berulang-ulang, suatu ketika, sang gajah tidak akan berusaha menarik rantai lagi. pada saat itu terjadi, para pawang tahu bahwa gajah tersebut telah terkondisi untuk terperangkap sepanjang hidupnya.
Saya benar-benar tertarik sekali dengan cerita sang pawang gajah, dan ketika saya menyaksikan bagaimana mahluk kuat ini diamankan hanya dengan rantai tipis yang seharusnya dengan mudahnya dapat diputuskan oleh sang gajah.
Analogi cerita di atas adalah saya menyaksikan, bagaimana orang-orang yang saya temui tiap hari mengalami keterperangkapan yang sama dengan keterbatasan keyakinan mereka dan kebiasaan yang dengan mudah dapat diubah namun tidak mereka lakukan. Sebagai manusia, kita sama seperti gajah dengan berbagai macam potensi untuk mendapatkan mimpi apapun yang kita inginkan, dari menjadi seorang jutawan sampai menjadi orang yang dapat membuat perbedaan di dunia. Namun, cukup banyak orang yang dengan kemampuannya tidak berani mengambil tindakan karena mereka percaya bahwa mereka tidak dapat melakukannya. Mereka kawatir bahwa yang mereka lakukan akan gagal total.
Bisa jadi sewaktu muda, mereka gagal dan jatuh berkali-kali sama seperti bayi gajah tersebut. Mungkin sewaktu mereka muda, orang tua mereka mengatakan mereka malas dan bodoh. Mungkin teman-teman mereka menjuluki mereka si pandir. Mungkin guru mereka pernah mengatakan mereka tidak dapat melakukan apa-apa. Sebagai hasil dari keadaan masa lalu, orang-orang akan berpikir bahwa mereka tidak dapat melakukan apapun.
Sama seperti gajah tersebut, mereka berpikir bila aku tidak bisa melakukannya di masa lalu bagaimana bisa aku melakukannya sekarang? Di masa lalu aku seorang yang pemalas, jadi bagaimana bisa aku menjadi orang pekerja keras. Di masa lalu aku tidak percaya diri, bagaimana aku bisa prcaya diri sekarang. Di masa lalu aku seorang yang menangkap pelajaran dengan lambat, sekarang bagaimana aku bisa menangkap pelajaran dengan cepat. Di masa lalu aku tidak bisa berbicara dengan baik, bagaimana aku bisa sekarang?
Apa yang tidak dilihat oleh orang-orang ini adalah bahwa masa lalu tidak sama dengan masa depan. Mereka tidak menyadari sama seperti gajah tersebut, mereka bukan orang yang sama lagi. Sang gajah tidak menyadari di masa lalu dia tidak memiliki kekuatan seperti yang ia miliki sekarang. Saya ingin Anda tahu bahwa tiap hari anda akan bangun menjadi orang yang berbeda. Orang yang semakin bertambah ilmu, pengalaman dan orang yang bijaksana. Tahukah Anda bahwa jutaan sel di tubuh kita mati setiap hari dan digantikan dengan yang baru.
Bila Anda telah membiarkan keyakinan dan kebiasaan yang lama merantai diri anda, bukankah sudah saatnya menggunakan tenaga anda sekarang untuk melepaskan diri dari penjara ketidakmampuan dan melangkah menuju kebebasan, sukses dan kemapanan yang memang berhak kita dapatkan.
Labels:
A deep meaning for our life,
my story,
pelajaran
Posted by
isusay
Jam
05.41
Tidak ada komentar:
Kamis, 21 Januari 2010
Love is like a butterfly...
Cinta ibarat kupu-kupu. Makin kau kejar, makin ia menghindar. Tapi bila
kau biarkan ia terbang, ia akan menghampirimu disaat kau tak
menduganya.
Cinta bisa membahagiakanmu tapi sering pula ia menyakiti, tapi cinta
itu hanya istimewa apabila kau berikan pada seseorang yang layak menerima.
Jadi tenang2 saja, jangan ter-buru2 dan pilihlah yang terbaik.
Kepada sahabat2ku yang ............ RAGU -RAGU DENGAN PERNIKAHAN
Cinta bukannya perkara menjadi "orang sempurna"- nya seseorang. Justru
perkara menemukan seseorang yang bisa membantumu menjadikan dirimu
menjadi se-sempurnanya.
Kepada sahabat2ku yang ............TIPE PLAYBOY/ PLAYGIRL.
Jangan katakan "Aku cinta padamu" bila kau tidak benar2 peduli. Jangan
bicarakan soal perasaan2 bila itu tidak benar2x ada.
Jangan kau sentuh hidup seseorang bila kau berniat mematahkan hati.
Jangan menatap ke dalam mata bila apa yang kau kerjakan cuma berbohong.
Hal terkejam yang bisa dilakukan ialah membuat seseorang jatuh cinta,
padahal kau tidak berniat sama sekali 'tuk menerimanya saat ia
terjatuh.........
Kepada sahabat2ku yang ............SUDAH MENIKAH
Kalau Cinta jangan katakan "Ini salahmu!", tapi "Maafkan aku, ya?"
Bukan "Kau dimana!", melainkan "Aku disini, kenapa?"
Bukan "Kok bisa sih kau begitu!" tapi "Aku ngerti."
Dan juga bukan "Coba, seandainya kau..." akan tetapi
"Terima kasih ya, kau begitu....."
Kepada sahabat2ku yang ............BERTUNANGAN
Tolok ukur saling mencocoki bukanlah berapa lamanya waktu yang kalian
habiskan bersama, melainkan untuk berapa saling baiknya anda berdua.
Kepada sahabat2ku yang ............PATAH HATI
Sakit patah hati bertahan selama kau menginginkannya dan akan mengiris
luka sedalam kau membiarkannya. Tantangannya bukanlah bagaimana bisa
mengatasi melainkan apa yang bisa diambil sebagai pelajaran dan
hikmahnya.
Kepada sahabat2ku yang ............BELUM PERNAH JATUH CINTA.
Bagaimana kalau jatuh cinta: Mau jatuh jatuhlah tapi jangan sampai
terjerumus, tetaplah konsisten tapi jangan terlalu "ngotot", berbagilah
dan jangan sekali2 tidak fair, berpengertianlah dan cobalah untuk tidak
menuntut, siap2lah untuk terluka dan menderita, tapi jangan kau simpan
semua rasa sakitmu itu.
Kepada sahabat2ku yang ............INGIN MENGUASAI.
Hatimu patah melihat yang kau cintai berbahagia dengan orang lain, tapi
akan lebih sakit lagi mengetahui bahwa yang kau cintai ternyata tidak
bahagia denganmu.
Kepada sahabat2ku yang ............TAKUT MENGAKUI.
Cinta menyakitkan bila anda putuskan hubungan dengan seseorang. Itu
malah lebih sakit lagi bila seseorang memutuskan hubungan denganmu.
Tapi cinta paling menyakitkan bila orang yang kau cintai sama sekali tidak
mengetahui perasaanmu [terhadapnya].
Kepada sahabat2ku yang ............MASIH BERTAHAN MENCINTAI SEORANG
YANG SUDAH PERGI .
Hal menyedihkan dalam hidup ialah bila kau bertemu seseorang lalu jatuh
cinta, hanya kemudian pada akhirnya menyadari bahwa dia bukanlah
jodohmu dan kau telah menyiakan ber-tahun2 untuk seseorang yang tidak layak.
Kalau sekarangpun ia sudah tak layak, 10 tahun dari sekarangpun ia juga tak
akan layak. Biarkan dia pergi, lupakan.....
kau biarkan ia terbang, ia akan menghampirimu disaat kau tak
menduganya.
Cinta bisa membahagiakanmu tapi sering pula ia menyakiti, tapi cinta
itu hanya istimewa apabila kau berikan pada seseorang yang layak menerima.
Jadi tenang2 saja, jangan ter-buru2 dan pilihlah yang terbaik.
Kepada sahabat2ku yang ............ RAGU -RAGU DENGAN PERNIKAHAN
Cinta bukannya perkara menjadi "orang sempurna"- nya seseorang. Justru
perkara menemukan seseorang yang bisa membantumu menjadikan dirimu
menjadi se-sempurnanya.
Kepada sahabat2ku yang ............TIPE PLAYBOY/ PLAYGIRL.
Jangan katakan "Aku cinta padamu" bila kau tidak benar2 peduli. Jangan
bicarakan soal perasaan2 bila itu tidak benar2x ada.
Jangan kau sentuh hidup seseorang bila kau berniat mematahkan hati.
Jangan menatap ke dalam mata bila apa yang kau kerjakan cuma berbohong.
Hal terkejam yang bisa dilakukan ialah membuat seseorang jatuh cinta,
padahal kau tidak berniat sama sekali 'tuk menerimanya saat ia
terjatuh.........
Kepada sahabat2ku yang ............SUDAH MENIKAH
Kalau Cinta jangan katakan "Ini salahmu!", tapi "Maafkan aku, ya?"
Bukan "Kau dimana!", melainkan "Aku disini, kenapa?"
Bukan "Kok bisa sih kau begitu!" tapi "Aku ngerti."
Dan juga bukan "Coba, seandainya kau..." akan tetapi
"Terima kasih ya, kau begitu....."
Kepada sahabat2ku yang ............BERTUNANGAN
Tolok ukur saling mencocoki bukanlah berapa lamanya waktu yang kalian
habiskan bersama, melainkan untuk berapa saling baiknya anda berdua.
Kepada sahabat2ku yang ............PATAH HATI
Sakit patah hati bertahan selama kau menginginkannya dan akan mengiris
luka sedalam kau membiarkannya. Tantangannya bukanlah bagaimana bisa
mengatasi melainkan apa yang bisa diambil sebagai pelajaran dan
hikmahnya.
Kepada sahabat2ku yang ............BELUM PERNAH JATUH CINTA.
Bagaimana kalau jatuh cinta: Mau jatuh jatuhlah tapi jangan sampai
terjerumus, tetaplah konsisten tapi jangan terlalu "ngotot", berbagilah
dan jangan sekali2 tidak fair, berpengertianlah dan cobalah untuk tidak
menuntut, siap2lah untuk terluka dan menderita, tapi jangan kau simpan
semua rasa sakitmu itu.
Kepada sahabat2ku yang ............INGIN MENGUASAI.
Hatimu patah melihat yang kau cintai berbahagia dengan orang lain, tapi
akan lebih sakit lagi mengetahui bahwa yang kau cintai ternyata tidak
bahagia denganmu.
Kepada sahabat2ku yang ............TAKUT MENGAKUI.
Cinta menyakitkan bila anda putuskan hubungan dengan seseorang. Itu
malah lebih sakit lagi bila seseorang memutuskan hubungan denganmu.
Tapi cinta paling menyakitkan bila orang yang kau cintai sama sekali tidak
mengetahui perasaanmu [terhadapnya].
Kepada sahabat2ku yang ............MASIH BERTAHAN MENCINTAI SEORANG
YANG SUDAH PERGI .
Hal menyedihkan dalam hidup ialah bila kau bertemu seseorang lalu jatuh
cinta, hanya kemudian pada akhirnya menyadari bahwa dia bukanlah
jodohmu dan kau telah menyiakan ber-tahun2 untuk seseorang yang tidak layak.
Kalau sekarangpun ia sudah tak layak, 10 tahun dari sekarangpun ia juga tak
akan layak. Biarkan dia pergi, lupakan.....
Kamis, 14 Januari 2010
A deep meaning for our life
Suatu ketika, ada seorang pembicara memulai pidatonya dengan mengeluarkan selembar uang seratus ribu yang baru. Kemudian dia bertanya "Siapa di antara kamu yang mau uang ini?" Langsung saja pada mengangkat tangannya, banyak sekali.
Katanya lagi " Oke deh, ini akan saya berikan, tapi sebelumnya biar saya melakukan hal ini". Si pembicara meremas uang kertas seratus ribu itu, menjadi gulungan kecil yang kumal.
Kemudian dia buka lagi ke bentuk semula : lembaran seratus ribu, tapi sudah kumal sekali. Lalu dia bertanya " Siapa yang masih mau uang ini?" Tetap saja banyak yang angkat tangan, sebanyak yang tadi.
"Oke, akan saya kasih, tapi biarkan saya melakukan hal ini". Dia menjatuhkan lembaran uang itu ke lantai, terus diinjak-injak pakai sepatunya yang habis berjalan di tanah becek sampai nggak karuan bentuknya.
Dia tanya lagi" siapa yang masih mau?" Tangan-tangan masih saja terangkat. Masih sebanyak tadi.
"Nah, saudara-saudaraku, sebenarnya kita sudah mengambil satu nilai yang sangat berharga dari peristiwa tadi. Kamu semua masih mau uang ini walau bentuknya sudah nggak karuan lagi. Sudah jelek, kotor, kumal... tapi nilainya nggak berkurang : tetap seratus ribu rupiah.
Sama seperti kita. Walau kamu sudah jatuh, tertimpa tangga pula... atau kamu gagal, nggak berdaya, terhimpit, atau dalam keadaan apapun, kamu tetap nggak kehilangan nilaimu.....karena kamu begitu berharga. Jangan biarkan kekecewaan, ketakutanmu menghancurkan kamu, harapanmu, atau cita-citamu. Kamu akan selalu tetap berharga."
Katanya lagi " Oke deh, ini akan saya berikan, tapi sebelumnya biar saya melakukan hal ini". Si pembicara meremas uang kertas seratus ribu itu, menjadi gulungan kecil yang kumal.
Kemudian dia buka lagi ke bentuk semula : lembaran seratus ribu, tapi sudah kumal sekali. Lalu dia bertanya " Siapa yang masih mau uang ini?" Tetap saja banyak yang angkat tangan, sebanyak yang tadi.
"Oke, akan saya kasih, tapi biarkan saya melakukan hal ini". Dia menjatuhkan lembaran uang itu ke lantai, terus diinjak-injak pakai sepatunya yang habis berjalan di tanah becek sampai nggak karuan bentuknya.
Dia tanya lagi" siapa yang masih mau?" Tangan-tangan masih saja terangkat. Masih sebanyak tadi.
"Nah, saudara-saudaraku, sebenarnya kita sudah mengambil satu nilai yang sangat berharga dari peristiwa tadi. Kamu semua masih mau uang ini walau bentuknya sudah nggak karuan lagi. Sudah jelek, kotor, kumal... tapi nilainya nggak berkurang : tetap seratus ribu rupiah.
Sama seperti kita. Walau kamu sudah jatuh, tertimpa tangga pula... atau kamu gagal, nggak berdaya, terhimpit, atau dalam keadaan apapun, kamu tetap nggak kehilangan nilaimu.....karena kamu begitu berharga. Jangan biarkan kekecewaan, ketakutanmu menghancurkan kamu, harapanmu, atau cita-citamu. Kamu akan selalu tetap berharga."
Langganan:
Postingan (Atom)